Nama Bayi Laki-Laki Dan Perempuan

Showing posts with label nama-nama bayi. Show all posts
Showing posts with label nama-nama bayi. Show all posts

Saturday, February 27, 2010

Cara Mudah Mendidik Anak Mencintai Islam




Setiap orangtua tentu menginginkan anaknya menjadi saleh dan mencintai agamanya. Bagaimana caranya?

Ibnu Asakir meriwayatkan Hadits dari Sa’ad bin Abi Waqqas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) melarang Umair bin Abi Waqqas ikut dalam perang Badar karena dianggap masih kecil. Tapi anehnya, larangan itu membuat Umair terpukul dan menangis. Sekalipun masih kecil, di dalam diri Umair sudah tertanam kuat bahwa perang membela Islam itu sebuah kemuliaan yang amat tinggi.

Melihat reaksi Umair, Rasulullah SAW luluh juga. Beliau kemudian mengijinkan anak yang belum cukup umur itu ikut berjihad.

Kisah lain diriwayatkan oleh Ibnu Syaibah Asy-Sya’bi yang terjadi pada perang Uhud. Ada seorang ibu dengan sangat semangat mengantarkan anaknya yang masih kecil kepada Rasulullah SAW agar diikutkan perang. Dia berharap sekali agar Rasulullah SAW mengizinkan anaknya berpartisipasi dalam berjihad seraya berkata, “Ya Rasulullah, ini anakku sudah siap menyertai Anda berperang.” Rasulullah SAW kemudian memerintahkan anak itu membantu membawa peralatan perang.

Pada waktu perang berlangsung, anak tersebut terluka. Ia lalu mendatangi Rasulullah SAW. Beliau bersabda, “Hai anakku, semoga engkau tidak gelisah dan bersedih hati!” Dengan tegas ia menjawab, “Tidak, ya Rasulullah.”

Kisah di atas adalah sebuah gambaran bagaimana para sahabat Rasulullah SAW berhasil mendidik putra-putranya mencintai Islam sepenuh jiwa dan raganya. Sekarang pertanyaannya, bisakah kita mendidik anak-anak kita menjadi anak seperti kisah di atas ?

Harus kita akui bahwa menjadi orangtua pada zaman sekarang tidaklah mudah. Apalagi jika mengharapkan anak yang tidak sekedar pintar, melainkan juga taat dan mencintai Islam sepenuhnya.

Untuk mendidik anak agar saleh, kita tidak bisa sepenuhnya menyerahkan kepada sekolah. Tapi peran aktif orangtua juga amat diperlukan dalam masalah ini. Orangtua harus menjadi contoh yang baik bagi anaknya.

Mana mungkin anak mau disuruh shalat atau membaca al-Qur`an, jika orangtuanya tidak shalat dan tidak senang membaca Kitab Suci tersebut.

Nah, di bawah ini ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua dalam mendidik anaknya agar menjadi anak yang saleh dan mencintai Islam.

1. Menanamkan Akidah dan Syariah Sejak Dini

Menanamkan akidah yang kokoh adalah tugas utama orangtua. Orangtualah yang punya pengaruh besar dalam tumbuh dan berkembangnya sendi-sendi agama dalam diri anak. Rasulullah SAW bersabda, "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu dan bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (Riwayat Bukhari).

Tujuan penanaman akidah pada anak adalah agar si buah hati mengenal secara benar siapa Tuhannya. Sejak masih dalam kandungan, seorang ibu bisa memulainya dengan sering bersenandung mengagungkan asma Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT). Begitu lahir, si bayi dibiasakan mendengarkan ayat-ayat al-Qur`an.

Pada usia dini, anak diajak untuk belajar menalar bahwa dirinya, orangtuanya, seluruh keluarganya, manusia, dunia, dan seluruh isinya diciptakan oleh Allah SWT. Dari sini orangtuanya bisa menyampaikan kepada anaknya, mengapa manusia harus beribadah dan taat kepada Allah SWT.

Selanjutnya, anak dikenalkan dengan asma dan sifat-sifat Allah SWT. Dengan cara ini anak mengetahui betapa Allah Maha Besar, Maha Perkasa, Maha Kaya dan seterusnya. Jika anak bisa memahaminya dengan baik, insya Allah, akan tumbuh sebuah kesadaran pada dirinya untuk senantiasa mengagungkan Allah SWT dan bergantung hanya kepada-Nya. Lebih dari itu, kita berharap dengan itu akan tumbuh benih kecintaan anak kepada Allah SWT; cinta yang akan mendorongnya gemar melakukan amal yang dicintai Allah SWT.

Kemudian, penanaman akidah pada anak harus disertai dengan pengenalan hukum-hukum syariah secara bertahap. Proses pembelajarannya bisa dimulai dengan memotivasi anak untuk senang melakukan hal-hal yang dicintai oleh Allah SWT misalnya, dengan mengajak shalat, berdoa, atau membaca al-Qur`an bersama.

Yang tidak kalah penting adalah menanamkan akhlak seperti berbakti kepada orangtua, santun dan sayang kepada sesama, bersikap jujur, berani karena benar, tidak berbohong, bersabar, tekun bekerja, bersahaja, sederhana, dan sifat-sifat baik lainnya. Jangan sampai luput untuk mengajarkan bahwa itu semua semata-mata untuk meraih ridha Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian atau pamrih duniawi.

2. Kerjasama Ayah dan Ibu

Anak akan lebih mudah memahami dan mengamalkan hukum jika dia melihat contoh langsung dari orangtuanya. Orangtua adalah guru dan orang terdekat bagi si anak yang harus menjadi panutan. Oleh karenanya, orangtua dituntut untuk bekerja keras memberikan contoh dalam memelihara ketaatan serta ketekunan dalam beribadah dan beramal saleh. Insya Allah, dengan begitu anak akan mudah diingatkan secara sukarela.

Tentu saja hal yang demikian membutuhkan kerjasama yang kompak antara ayah dan ibu. Jika ayah dan ibu masing-masing mempunyai target dan cara yang berbeda dalam mendidik anak, tentu anak akan bingung. Bahkan mungkin akan memanfaatkan orangtua menjadi kambing hitam dalam kesalahan yang dilakukannya. Ambil contoh, seorang ayah sudah bersusah payah agar anaknya mau shalat. Namun, karena sang ibu merasa tidak perlu, tentu saja akan membingungkan anaknya dan menjadikan si ibu sebagai alasan dia untuk tidak shalat.

3. Peran Lingkungan, Keluarga, dan Masyarakat

Pendidikan yang diberikan oleh orangtua kepada anak belumlah cukup untuk mengantarkan si anak menjadi manusia yang berkepribadian Islam. Anak juga membutuhkan sosialisasi dengan lingkungan dimana dia beraktivitas, baik di sekolah, rumah, maupun masyarakat secara luas.

Di sisi inilah, lingkungan dan masyarakat memiliki peran penting dalam pendidikan anak. Masyarakat yang menganut nilai-nilai, aturan, dan pemikiran Islam, seperti yang dianut juga oleh sebuah keluarga Muslim, akan mampu mengantarkan si anak menjadi seorang Muslim sejati.

Potret masyarakat sekarang yang sangat dipengaruhi oleh nilai dan pemikiran materialisme, sekularisme, permisivisme, hedonisme, dan liberalisme merupakan tantangan besar bagi keluarga Muslim.

Hal ini yang menjadikan si anak hidup dalam sebuah lingkungan yang membuatnya berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi dia mendapatkan pengajaran Islam dari keluarga, namun di sisi lain anak bergaul dalam lingkungan yang sarat dengan nilai yang bertentangan dengan Islam.

Tarik-menarik pengaruh lingkungan dan keluarga akan mempengaruhi sosok pribadi anak. Untuk mengatasi persoalan ini, maka dakwah untuk mengubah sistem masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam mutlak harus dilakukan. Hanya dengan itu akan muncul generasi Islam yang taat syariah. Insya Allah. *Ernawaty, pengajar di TK Ya Bunayya Surabaya.

Sumber : www.hidayatullah.com
Di Majalah Suara Hidayatullah Edisi September 2009

Tuesday, March 17, 2009

Nama-nama Bayi Perempuan





{ A }{ B } { C } { D } { E }{ F }{ G } { H } { I } { J } { K } { L } { M }

{ N }{ O } { P } { Q } { R }{ S }{ T }{ U }{ V } { W }{ X }{ Y } { Z }

Nama-nama Bayi Laki-laki





{ A } { B } { C } { D } { E } { F } { G } { H } { I }{ J } { K } { L } { M }

{ N } { O } { P } { Q }{ R }{ S }{ T }{ U }{ V }{ W }{ X }{ Y }{ Z }

Nama-nama Bayi Perempuan




Nama dengan awalan "Z" tidak ada

Nama-nama Bayi Perempuan




Nama dengan awalan "X" tidak ada

Nama-nama Bayi Perempuan




Nama dengan awalan "V" tidak ada

Nama-nama Bayi Perempuan




Nama dengan awalan "P" tidak ada

Nama-nama Bayi Perempuan




Nama dengan awalan "O" tidak ada

Nama-nama Bayi Perempuan




Nama dengan awalan "E" tidak ada

Nama-nama Bayi Perempuan




Nama dengan awalan "C" tidak ada

Monday, March 16, 2009

Nama-nama Bayi Perempuan




Yaquti : Bernilai
Yaziyah : Mudah, senang
Yaniah : Mekar
Yasarah : Kemudahan, kesenangan
Yasawafi : Mematuhi arahan
Yarasyimah : Kemampuan
Yamini : Yang berkat
Yasirah : Yang mudah, yang senang
Yasmina : Bunga melur
Yusra : Kesenangan, kemudahan
Yusrina : Kaya

Nama-nama Bayi Perempuan




Wasimah : Lemah gemalai
Wasifah : Penolong
Waslah : Yang membuat kebajikan
Waslina : Hubungan rahim
Wasiqah : Yang amanah
Watiqah : Yang teguh dan kukuh
Watriyah : Ketunggalan
Wajahah : Ketinggian martabat
Wafa : Kesetiaan
Wadaah : Ketenangan
Wadhihah : Yang terang, yang jelas
Wani : Mutiara
Wardah : Bunga mawar

Nama-nama Bayi Perempuan




Unaizah : Nisbah
Uthailah : Mulia
Usaimah : Terpelihara
Unaisah : Kegirangan
Uzmana : Cita-cita, keazaman
Uzma : Terbaik, terbesar
Ubaidah : Yang taat, tunduk
Ummi kalsum : Nama anak nabi
Umaimah : Ibu yang penyayang

Nama-nama Bayi Perempuan




Thaqifah : Yang cerdik
Tharwah : Kekayaan
Tahsina : Mencantikkan
Taiyibah : Yang cantik
Tuma’ninah : Ketenangan
Tsara’ : Kekayaan
Taqiah : Yang bertaqwa
Taqinah : Yang teguh, tahan
Tajul bariyah : Mahkota
Tamrina : Latihan

Nama-nama Bayi Perempuan




Syuhrah : Kemasyhuran
Syuhaidah : Madu lebah
Syahmina : Cerdik
Syakirah : Yang berterima kasih
Sarimah : Gigih, cekal
Sakinah : Ketenteraman
Safi : Bersih, murni
Safura : Keemasan
Sarah : Nama isteri nabi Ibrahim
Suhailah : Yang senang, yang mudah
Sulwana : Hiburan hati
Syimah : Peribadi, tabiat
Syukriah : Kesyukuran
Sadiqah : Sahabat, teman ikhlas
Syarafana : Kemuliaan
Syabrah : Pemberian, kurnia
Syadni : Pokok bunga
Syaqiqah : Saudari kandung
Syahmah : Hati yang murni
Syasya : Berseri-seri
Syauqina : Rindu
Syazwan : Kecergasan

Nama-nama Bayi Perempuan




Qasbah : Menuntut ilmu
Qadirah : Yang berkuasa
Qadisah : Suci
Qahirah : Yang gagah, yang berkuasa
Qamarina : Bulan
Qarinah : Pendamping, kawan
Qasdina : Lurus, sederhana
Qasimah : Cantik, lawa
Qasrina : Istana
Qismina : Bahagian
Qistina : Keadilan
Qudwah : Ikutan
Qurratu’aini : Penyejuk mataklu / hatiku

Nama-nama Bayi Perempuan




Nadwah : Dewan, sekumpulan manusia
Nadhrah : Keindahan
Nadirah : Yang berharga, mulia
Najwa : Bisikan manusia
Najimah : Bintang
Najidah : Berani
Nazifa : Bersih
Nawwarah : Yang bercahaya
Nazmina : Penyusunan
Nazirah : Penyelia
Nur Azmina : Cahaya keazaman kami
Nur Husnina : Cahaya kebaikan kamu
Nurul Asyiqin : Cahaya pencinta
Nuruljannah : Cahaya syurga
Nur Amalina : Cahaya harapan
Nur Qamarina : Cahaya bulan
Nabilah : Yang cerdik
Nadhilah : Pejuang
Nadrah : Sekeping emas

Nama-nama Bayi Perempuan




Malihah : Yang cantik dan manis
Mariah : Putih
Marinah : Yang lembut
Mahdiyah : Suci, tulen
Mahirah : Yang cekap, mahir
Maliyanah : Kelembutan
Manarina : Cahaya petunjuk
Munifah : Yang tinggi lampai dan cantik
Mahfuzah : Yang terpelihara
Mus’ifah : Penolong
Munirah : Yang bersinar
Muklisah : Yang ikhlas
Mursyidah : Hidayah, taufiq
Miskiah : Harum kasturi
Muzainah : Kepujian, titisan hujan
Masturina : Yang bijak
Mumtazah : Yang istimewa
Mardhati : Keredhaanku
Munawarah : Yang berseri, yang disinari cahaya
Masturah : Yang terpelihara
Mawaddah : Cinta
Maziah : Kelebihan, keistimewaan

Nama-nama Bayi Perempuan




Labibah : Yang cerdik, yang cantik
Laila : Kegembiraan, keghairahan
Laiqah : Yang layak
Lailani : Malam
Lazimah : Yang berprinsip
Lauzah : Berguna, berhasil
Laiyinah : Yang lemah lembut
Lidiya : Remaja, muda
Liyana : Kelembutan
Lutfiah : Kehalusan, kelembutan

Nama-nama Bayi Perempuan




Kafiah : Memadai
Kiasatina : Kebijaksanaan
Kafiya : Wakil, yang memadai
Kafilah : Penjamin
Khairunnisa : Gadis yang paling cantik
Khalidah : Yang kekal
Kaisah : Bijaksana, cantik
Kamaliah : Kesempurnaan
Kamilia : Bunga, suci
Khairiah : Kebaikan
Khalilah : Teman setia
Khaliqah : Bersopan santun
Karimah : Yang mulia
Karamina : Murah hati
Kazimah : Penyabar
Khadra : Subur, kehijauan
Khalisah : Yang jujur
Khuzaimah : Nama arab lama
Khabirah : Pikir
Khairana / Khairina : Kebajikan